Minggu, 27 Juni 2010

LIMA PERKARA YANG ANEH

Abu Laits as-Samarqandi adalah seorang ahli fiqih yang masyhur. Suatu ketika dia pernah berkata, ayahku menceritakan bahwa antara nabi-nabi yang bukan Rasul ada yang menerima wahyu dalam bentuk mimpi dan ada yang hanya mendengar suara.

Maka salah seorang Nabi yang menerima wahyu melalui mimpi itu, pada suatu malam bermimpi diperintahkan yang berbunyi, "Esok engkau dikehendaki keluar dari rumah pada waktu pagi menghadap ke barat. Engkau dikehendaki berbuat, pertama; apa yang engkau lihat hadapi maka makanlah, kedua; engkau sembunyikan, ketiga; engkau terimalah, keempat; jangan engkau putuskan harapan, yang kelima; larilah engakau dari padanya".

Pada keesokan harinya, Nabi itupun keluar dari rumahnya menuju ke barat dan kebetulan yang pertama dihadapinya ialah sebuah bukit besar berwarna hitam. Nabi itu kebingungan sambil berkata," Aku diperintahkan memakan pertama yang aku hadapi, tapi sungguh aneh sesuatu yang mustahil yang tidak dapat dilaksanakan."
Maka Nabi itu terus berjalan menuju ke bukit itu dengan hasrat untuk memakannya. Ketika dia menghampirinya, tiba-tiba bukit itu mengecilkan diri sehingga menjadi sebesar buku roti. Maka Nabi itu pun mengambilnya lalu disuapkan ke mulutnya. Bila ditelan terasa sungguh manis bagaikan madu. Dia pun mengucapkan syukur "Alhamdulillah".

Kemudian Nabi meneruskan perjalanannya lalu bertemu pula dengan sebuah mangkuk emas. Dia teringat akan arahan mimpinya supaya disembunyikan, lantas Nabi itupun menggali sebuah lubang lalu ditanamkan mangkuk emas itu, kemudian ditinggalkannya. Tiba-tiba mangkuk emas itu terkeluar semula. Nabi itu pun menanamkannya semula sehingga tiga kali berturut-turut.
Maka berkatalah Nabi itu, "aku telah melaksanakan perintahMu." Lalu dia pun meneruskan perjalanannya tanpa disedari oleh Nabi itu yang mangkuk emas itu terkeluar semula dari tempat ia ditanam.

Ketika dia sedang berjalan, tiba-tiba dia ternampak seekor burung elang sedang mengejar seekor burung kecil. Kemudian terdengarlah burung kecil itu berkata, "Wahai Nabi Alloh, tolonglah aku".
Mendengar rayuan burung itu, hatinya merasa simpati lalu diapun mengambil burung itu dan dimasukkan ke dalam bajunya. Melihat keadaan itu, lantas burung elang pun datang menghampiri Nabi itu sambil berkata, "Wahai Nabi Alloh, aku sangat lapar dan aku mengejar burung itu sejak pagi tadi. Oleh karena itu jangan lah engkau patahkan harapanku dari rezekiku." Nabi itu teringat pesanan arahan dalam mimpinya yang ke empat, yaitu tidak boleh putuskan harapan. Dia menjadi kebingungan untuk menyelesaikan perkara itu. Akhirnya dia mengambil keputusan untuk mengambil pedangnya lalu memotong sedikit daging pahanya dan diberikan kepada elang itu. Setelah mendapat daging itu, elang itu pun terbang dan burung kecil tadi dilepaskan dalam bajunya.

Selepas kejadian itu, Nabi meneruskan perjalanannya. Tidak lama kemudian dia bertemu dengan satu bangkai yang amat busuk baunya, maka dia pun bergegas lari dari situ karena tidak tahan menghirup bau yang menyakitkan hidungnya. Setelah menemui kelima peristiwa itu, maka kembalilah Nabi ke rumahnya. Pada malam itu, Nabi pun berdo'a. Dalam do'anya dia berkata, "Ya Alloh, aku telah melaksanakan perintah-Mu sebagaimana yang diberitahu di dalam mimpiku, maka jelaskanlah kepadaku arti semua ini".

Dalam mimpi beliau telah diberitahu oleh Alloh Subhanahu wa ta'ala bahwa, "Yang pertama engkau makan itu ialah marah. Pada mulanya nampak besar seperti bukit tetapi pada akhirnya jika bersabar dan dapat mengawal serta menahannya, maka marah itu pun akan menjadi lebih manis daripada madu.
Kedua, semua amal kebaikan (budi), walaupun disembunyikan, maka ia akan tetap nampak jua.
Ketiga, jika sudah menerima amanah seseorang, maka janganlah engkau khianat kepadanya.
Keempat, jika orang meminta kepadamu, maka usahakanlah untuknya demi membantu kepadanya meskipun kau sendiri berhajat.
Kelima, bau yang busuk itu adalah ghibah (menceritakan hal seseorang) Maka larilah dari orang-orang yang sedang duduk berkumpul membuat ghibah".

Saudara-saudaraku, kelima-lima kisah ini hendaklah kita semaikan dalam diri kita, sebab kelima-lima perkara ini kadang berlaku dalam kehidupan kita sehari-hari. Perkara yang tidak dapat kita elakkan setiap hari ialah mengata hal orang, memang menjadi tabiat seseorang itu suka mengata hal orang lain. Haruslah kita ingat bahwa kata-mengata hal seseorang itu akan menghilangkan pahala kita, sebab ada sebuah hadis mengatakan di akhirat nanti ada seorang hamba Alloh akan terkejut melihat pahala yang yang tidak pernah dikerjakannya. Lalu dia bertanya, "Wahai Alloh, sesunggguhnya pahala yang Engkau berikan ini tidak pernah aku kerjakan di dunia dulu".
Maka berkata Alloh Subhanahu wa ta'ala, "Ini adalah pahala orang yang mengata-ngata tentang dirimu."
Dengan ini haruslah kita sedar bahwa walaupun apa yang kita kata itu memang benar, tapi kata mengata itu akan merugikan diri kita sendiri. Oleh karena itu, hendaklah kita jangan mengata hal orang walaupun ia benar.
Sumber : Kisah Teladan 1

Jumat, 25 Juni 2010

ABU NAWAS DAN TEKA-TEKI RAJA




















Suatu hari baginda Raja Harun ar-Rasyid terlihat murung. Semua menteri tak dapat menemukan jawaban atas dua pertanyaan yang diajukan baginda. Bahkan para penasehat kerajaan pun merasa tidak dapat memberikan penjelasan yang memuaskan. Padahal, baginda sangat ingin mengetahui jawaban yang sebenarnya. Mungkin karena amat penasaran, para penasehat itu mencari Abu Nawas. Mereka meminta Abu Nawas agar menghadap baginda Raja. Abu Nawas memang terkenal cerdas. Oleh karena itu, para penasehat sangat berharap kepada Abu Nawas agar bisa memecahkan teka-teki yang mengganjal di hati baginda.

Tidak lama kemudian Abu Nawas pun menghadap. Baginda mengatakan bahwa akhir-akhir ini ia sulit tidur karena diganggu oleh keingintahuannya menyingkap dua rahasia alam. "Tuanku yang mulia, sebenarnya rahasia alam manakah yang paduka maksudkan?" tanya Abu Nawas ingin tahu. "Aku memanggilmu untuk menemukan jawaban dari dua teka-teki yang selama ini menggoda pikiranku," kata baginda Raja.

"Bolehkah hamba mengetahui kedua teka-teki itu wahai padauka Raja?"
"Yang pertama, di manakah sebenarnya batas jagad raya ciptaan Tuhan kita?" tanya baginda Raja.
"Didalam pikiran, wahai paduka Raja yang mulia," jawab Abu Nawas tanpa sedikit pun perasaan ragu. "Tuanku yang mulia," lanjut Abu Nawas, "ketidakterbatasan itu ada karena adanya keterbatasan. Dan keterbatasan itu di tanamkan oleh Tuhan di dalan otak manusia. Oleh karena itu, otak manusia tidak pernah akan tahu di mana batas jagad raya ini. sesuatu yang terbatas (otak kita) tentu tak akan mampu mengukur sesuatu yang tidak terbatas (jagad raya).

Baginda mulai tersenyum karena merasa puas atas jawaban Abu Nawas. jawaban itu memang masuk akal. kemudian, baginda melanjutkan pertanyaan yang kedua, "Wahai Abu Nawas, manakah yang lebih banyak jumlahnya bintang-bintang di langit ataukah ikan-ikan di lautan?"
"ikan-ikan di lautan," jawab Abu Nawas dengan tangkas.
"Bagaimana kamu bisa memutuskan seperti itu, apakah engkau pernah menghitungnya?" tanya baginda keheranan,

"Paduka yang mulia, bukankah kita semua tahu bahwa ikan-ikan itu setiap harinya ditangkapi dalam jumlah yang besar. Namun begitu, jumlah mereka tetap banyak seolah-olah tidak pernah berkurang karena saking banyaknya. Sementara bintang-bintang itu jumlahnya juga banyak, namun tidak pernah rontok," jawab Abu Nawas meyakinkan.

Seketika itu juga rasa penasaran yang selalu menghantui baginda sirna tak berbekas. Karena, jawaban-jawaban dan penjelasan yang diberikan oleh Abu Nawas begitu masuk akal. Baginda pun memberikan hadiah kepada Abu Nawas dan istrinya berupa uang yang cukup banyak.

(sumber : Rahimsyah, kisah 1001 malam, Sang Penggeli Hari Abu Nawas)




Kamis, 24 Juni 2010

Al-Qur'an sebagai Pembela di Hari Kiamat

























Abu Umamah r.a. berkata : "Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa aalihi wa sallam telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari al-Qur'an, setelah itu Rosulullah Shallalahu 'alaihi wa aalihi wa sallam memberitahu tentang kelebihan al-Qur'an."

Telah bersabda Rosulullah Shallalahu 'alaihi wa aalihi wa sallam :"Belajarlah al-Qur'an kamu sekalian, sebab di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, di mana saat itu orang akan sangat memerlukannya."

Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, "kenalkah kamu kepadaku?" Maka orang yang pernah membaca akan menjawab "siapakah kamu?"

Maka berkata al-Qur'an: "Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan kau juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari."

kemudian berkata orang yang pernah membaca al-Qur'an: "Adakah kamu al-Qur'an?"Lalu al-Qur'an mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca menghadap Alloh Subhanahu wa ta'ala. Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya.

Pada kedua ayah dan ibunya yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya: "Dari manakah kami memperoleh semua ini, padahal amal kami tidak sampai seperti ini?" Lalu dijawab: "Kamu diberi semua ini karena anakmu telah mempelajari al-Qur'an."

Sumber: Hadis Bukhori dan Muslim.

Jumat, 21 Mei 2010

SIFAT-SIFAT NABI MUHAMMAD SHALLALAHU 'ALAIHI WA AALIHI WA SALLAM






















صَاحِبُ الْمَنَاقِبِ وَقَدْ نَظَّمَ بَعْضَهَا بَعْضُهُمْ مِنْ بَحْرِ الْمُحِيْطِ بِقَوْلِهِ
لَمْ يَحْتَلِمْ قَطْ طَهَ مُطْلَقًا أَبَدًا *** وَمَا تَثَاءَبَ أَصْلاً فِى مَدَى الزَّمَنِ
مِنْهُ الدَّوَابُّ لَمْ تَهْرُبْ وَمَا وَقَعَتْ *** ذُبَابَةٌ أَبَدًا فِى جِسْمِهِ الْحَسَنِ
بِخَلْفِهِ كَأَمَامٍ رُؤْيَةٌ ثَبَتَتْ *** وَلاَ يُرَى أَثَرُ بَوْلٍ مِنْهُ فِى عَلَنِ
وَقَلْبُهُ لَمْ يَنَمْ وَالْعَيْنُ قَدْ نَعَسَتْ *** وَ لاَ يَرَى ظِلَّهُ فِى الشَّمْسِ ذُوْ فِطَنِ
كَتِفَاهُ قَدْ عَلَتَا قَوْمًا إِذَا جَلَسُوْا *** عِنْدَ الْوِلاَدَةِ صِفْ يَا ذَا بِمُخْتَنَنِ
هَذِهِ الْخَصَائِصُ فَاحْفَظْهَا تَكُنْ أَمِنًا *** مِنْ شَرِّ نَارٍ وَسَرَاقٍ وَمِنْ مِحَنٍ
مراقى العبودية ، الشيخ محمد نووى الجاوى ، ص. 3
Pemilik sifat-sifat (mulia) yang telah sebagian ulama menyusun sebagian sifat Nabi Shallalahu 'alaihi wa aalihi wa sallam dari kitab Bahrul Muhiit dengan lafaz :
Nabi tidak pernah bermimpi secara mutlak selamanya *** dan Nabi tidak pernah menguap walau sekali sepanjang masa
Binatang tidak pernah lari menghindar dari Nabi *** dan lalat pun tidak pernah hinggap pada badan Nabi yang suci
Terlihat belakang Nabi seperti depannya *** dan tidak pernah terlihat pada tempat yang cerah bekas kencing Nabi
Hati Nabi tidak pernah tidur walaupun matanya mengantuk *** dan pada pandangan mata orang yang cerdas tidak melihat bayangan Nabi (pada sorotan sinar) matahari
Jika (pada suatu perkumpulan) kaum sedang duduk maka pundak Nabi paling tinggi (diantara mereka) *** ketika Nabi lahir sifatkanlah (katakanlah) wahai Nabi yang sudah dikhitan sejak lahir
Demikianlah keistimewaan-keistimewaan sifat Nabi Shallalahu 'alaihi wa aalihi wa sallam maka hafalkanlah niscaya kamu akan aman *** dari pada keburukan api (neraka) , kejahatan pencuri, dan dari cobaan / bala.



Senin, 10 Mei 2010

ADAB SUAMI TERHADAP ISTERI BAG (2 )

-Suami Tidak Boleh Kikir dalam Menafkahkan Hartanya Untuk Isteri dan anaknya (Q.S. at-Thalaq (65) : 7)

لِيُنْفِقْ ذُوْ سَعَةٍ مِّنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّآ آَتَاهُ اللهُ لاَ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلاَّ مَآ آَتَاهَا سَيَجْعَلُ اللهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُّسْرًا

Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberikan nafkah dari harta yang diberikan Alloh kepadanya. Alloh tidak memberikan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Alloh berikan kepadanya. Alloh kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan


-Suami Dilarang berlaku Kasar Terhadap Isterinya (HR.at-Tirmidzi)


-Hendaknya Jangan Selalu Mentaati Isteri dalam Kehidupan Rumah Tangga, sebaiknya Terkadang menyelisihi mereka. Dalam Menyelisihi mereka ada Keberkahan (Baihaqi , Umar Bin Khottob ra, Hasan Bashri)


-Suami Hendaknya Bersabar dalam Menghadapi Sikap Buruk Isterinya (Abu Ya'la)


-Suami Wajib Menggauli Isterinya dengan Baik. Dengan Penuh Kasih Sayang Tanpa kasar dan zolim (Q.S.an-Nisa (4) : 19)

يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا لاَ يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوْا النِّسَآءَ كَرْهًا وَّلاَ تَعْضُلُوْهُنَّ لِتَذْهَبُوْا بِبَعْضِ مَآ آَتَيْتُمُوْهُنَّ إِلاَّ أَنْ يَّأْتِيْنَ بِفَاحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ وَّعَاشِرُوْهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوْهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوْا شَيْئًا وَّيَجْعَلَ اللهُ فِيْهِ خَيْرًا كَثِيْرًا

Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa, dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata, dan bergaullah dengan mereka secara patut. kemudian bila kamu tidak menyukai mereka (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Alloh menjadikan padanya kebaikan yang banyak


-Suami Wajib Memberi Makan Isterinya apa yang ia makan, memberinya pakaian, tidak memukul wajahnya, tidak menghinanya, dan tidak berpisah ranjang kecuali dalam rumah sendiri (H.R.Abu Dawud)


-Suami Wajib Memberi Pengertian. bimbingan agama kepada isterinya, dan menyuruhnya untuk selalu taat kepada Alloh dan rasul-Nya (al-Ahzab (33) : 34) & at-Tahrim (66) : 6

وَاذْكُرْنَ مَا يُتْلَى فِى بُيُوْتِكُنَّ مِنْ آيَاتِ اللهِ وَالْحِكْمَةِ إِنَّ اللهَ كَانَ لَطِيْفًا خَبِيْرًا

Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Alloh dan hikmah (sunnah nabimu). Sesungguhnya Alloh adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui

يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آَمَنُوْا قُوْآ أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلآَئِكَةٌ غِلاَظٌ شِدَادٌ لاَّ يَعْصُوْنَ اللهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Alloh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan


-Suami Wajib mengajarkan Isterinya ilmu-ilmu yang berkaitan tentang wanita (hukum-hukum haidh, istihadhoh, dll). (AL-Ghozali)


-Suami Wajib berlaku adil dan bijaksana terhadap Isteri (an-Nisa (4) : 3

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تُقْسِطُوْا فِى الْيَتَامَى فَانْكِحُوْا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَآءِ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوْا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلَّا تَعُوْلُوْا

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki, yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.


-Suami Tidak boleh Membuka 'aib kepada siapapun (HR.an-Nasa'i)


-Apabila Isteri Tidak mentaati Suami (durhaka kepada suami) maka suami wajib mendidiknya dan membawanya kepada ketaatan walaupun secara paksa (Al-Ghazali)


-Jika Suami hendak meninggal dunia, maka dianjurkan berwasiat terlebih dahulu kepada isterinya (QS.al-Baqoroh (2) : 240)

وَالَّذِيْنَ يُتَوَفَّوْنَ مِنْكُمْ وَيَذَرُوْنَ أَزْوَاجًا وَّصِيَّةً لِّأَزْوَاجِهِمْ مَّتَاعًا إِلَى الْحَوْلِ غَيْرَ إِخْرَاجٍ فَإِنْ خَرَجْنَ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِى مَا فَعَلْنَ فِى أَنْفُسِهِنَّ مِنْ مَعْرُوْفٍ وَاللهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

-Dan orang-orang yang akan meninggal dunia diantara kamu dan meninggalka isteri, hendaklah berwasiat untuk isteri-isterinya, (yaitu) diberi nafkah hingga setahun lamanya dan tidak disuruh pindah (dari rumahnya). Akan tetapi jika mereka pindah (sendiri), maka tidak ada dosa bagimu (wali atau waris dari yang meninggal) membiarkan mereka berbuat yang ma'ruf terhadap diri mereka. Dan Alloh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana






Sabtu, 08 Mei 2010

ADAB SUAMI TERHADAP ISTERI BAG ( 1 )

- suami hendaknya menyadari bahwa istri adalah ujian dalam menjalankan agama ( Q.S. at-Taubah ( 9 ) : 24
قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيْرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اِقْتَرَفْتُمُوْهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كََسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَجِهَادٍ فِى سَبِيْلِهِ فَتَرَبَّصُوْا حَتَّى يَأْتِيَ اللهُ بِأَمْرِهِ وَاللهُ لاَ يَهْدِى الْقَوْمَ الْفَاسِقِيْنَ
katakanlah : jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-sadara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Alloh dan Rosul-Nya, dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Alloh mendatangkan keputusan-Nya, dan Alloh tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

- Seorang Istri Bisa Menjadi Musuh Bagi Suami Dalam Mentaati Alloh dan Rasul-Nya
( Q.S. at-Taghobun ( 64 ) : 14
يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْآ إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلاَدِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَاحْذَرُوْهُمْ وَإِنْ تَعْفُوْا وَتَصْفَحُوْا وَتَغْفِرُوْا فَإِنَّ اللهَ غُفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

- Hendaknya Berdo'a Kepada Alloh Meminta Isteri yang Sholehah ( Q.S. al-Furqon ( 25 ) : 74 )
وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا
Dan orang-orang yang berkata : "Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati ( kami ), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa.

- Diantara Kewajiban Suami Terhadap Istri adalah : Membayar Mahar, Memberi Nafkah
( makan, pakaian, tempat tinggal ) , Menggaulinya dengan baik , Berlaku adil jika beristri lebih dari satu ( Al- Ghazali )

- Jika Istri Bebuat Nusyuz, Maka Dianjurkan Melakukan Tindakan Berikut ini Secara Berurutan (a) Memberi Nasehat (b) Pisah Kamar (c) Memukul dengan pukulan yang tidak menyakitkan
( Q.S. an-Nisa ( 4 ) : 34 )
الرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ اللهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَآ أَنْفَقُوْا مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللهُ وَالَّتِى تَخَافُوْنَ نُشُوْزَهُنَّ فَعِظُوْهُنَّ وَاهْجُرُوْهُنَّ فِى الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوْهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلاَ تَبْغُوْا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلاً إِنَّ اللهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيْرًا

kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Alloh telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka, sebab itu maka wanita yang sholehah ialah yang taat kepada Alloh lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Alloh telah memelihara mereka, wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka, dan pisahkan mereka dari tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. sesungguhnya Alloh Maha Tinggi lagi Maha Besar.









Rabu, 05 Mei 2010

HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI ISTRI

sebagai bahan referensi dan renungan bahkan tindakan, berikut secara garis besar Hak dan Kewajiban Suami Istri yang dinukil dari buku "Petunjuk Sunah dan Adab Sehari-hari lengkap, karangan H.A.Abdurrahman Ahmad
  • Suami Istri Hendaknya Menumbuhkan Suasana Mawaddah Wa Rahmah (Q.S. ar-Rum (30) : 21
  • وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَّرَحْمَةً إِنَّ فِى ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
  • Hendaknya Saling Mempercayai dan Memahami Sifat Masing-masing Pasangan (Q.S. al-Hujurat (49) : 10
  • إِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوْا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
  • Hendaknya Menghiasi dengan Pergaulan yang Harmonis (Q.S.an-Nisa (4) : 19 )
  • يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا لاَيَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا النِّسَآءَ كَرْهًا وَّلاَتَعْضُلُوْهُنَّ بِبَعْضِ مَآآتَيْتُمُوْهُنَّ إِلاَّ أَنْ يَّأْتِيْنَ بِفَاحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ وَّعَاشِرُوْهُنَّ بِمَعْرُوْفٍ فَإِنْ كَرِهْتُمُوْهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوْا شَيْئًا وَّيَجْعَلَ اللهُ فِيْهِ خَيْرًا كَثِيْرًا
  • Hai orang-orang yang beriman tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa , dan janganlah kamu memaksa mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali mereka mengerjakan pekerjaan keji yang nyata , dan bergaullah dengan mereka secara patut . kemudian jika kamu tidak menyukai mereka ,( maka bersabarlah ) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu , padalah Alloh menjadikan padanya kebaikan yang banyak
  • Hendaknya saling menasehati dalam kebaikan ( Muttafaqun 'alaih )

Sabtu, 24 April 2010

MEJADI BERMANFAAT BAGI MANUSIA

dan janganlah kamu menjadi beban bagi orang lain,,,
karena sesungguhnya seseorang tidak mau diberi beban / diganggu aktifitasnya
jangan merugikan diri sendiri / merugikan orang lain,,,
contoh yang merugikan orang banyak adalah Fir'aun bahkan terhadap istrinya sendiri Asia dirugikan dengan menyiksanya,, adapun anak yang menjadi beban bagi ayahnya sendiri adalah Kan'an anak nabi Nuh 'alaihis Salam,,,
aktivitas roda sejarah selalu berputar ,,,, lakon manusia yang selalu merugikan orang banyak, istrinya, atau anak yang merugikan ayahnya bisa terjadi kapan saja, dimana saja selama belum kiamat,,,

bagaimana supaya kita tidak termasuk yang menjadi beban bagi manusia ??
1. niatkan dalam hati tidak mau menjadi beban bagi manusia
2. banyak membaca al-Qur'an serta memahami maknanya
3. tidak merokok dan terlalu banyak minum kopi
4. jangan membiasakan tidur pagi
5. berkata apa adanya