Jumat, 21 Mei 2010

SIFAT-SIFAT NABI MUHAMMAD SHALLALAHU 'ALAIHI WA AALIHI WA SALLAM






















صَاحِبُ الْمَنَاقِبِ وَقَدْ نَظَّمَ بَعْضَهَا بَعْضُهُمْ مِنْ بَحْرِ الْمُحِيْطِ بِقَوْلِهِ
لَمْ يَحْتَلِمْ قَطْ طَهَ مُطْلَقًا أَبَدًا *** وَمَا تَثَاءَبَ أَصْلاً فِى مَدَى الزَّمَنِ
مِنْهُ الدَّوَابُّ لَمْ تَهْرُبْ وَمَا وَقَعَتْ *** ذُبَابَةٌ أَبَدًا فِى جِسْمِهِ الْحَسَنِ
بِخَلْفِهِ كَأَمَامٍ رُؤْيَةٌ ثَبَتَتْ *** وَلاَ يُرَى أَثَرُ بَوْلٍ مِنْهُ فِى عَلَنِ
وَقَلْبُهُ لَمْ يَنَمْ وَالْعَيْنُ قَدْ نَعَسَتْ *** وَ لاَ يَرَى ظِلَّهُ فِى الشَّمْسِ ذُوْ فِطَنِ
كَتِفَاهُ قَدْ عَلَتَا قَوْمًا إِذَا جَلَسُوْا *** عِنْدَ الْوِلاَدَةِ صِفْ يَا ذَا بِمُخْتَنَنِ
هَذِهِ الْخَصَائِصُ فَاحْفَظْهَا تَكُنْ أَمِنًا *** مِنْ شَرِّ نَارٍ وَسَرَاقٍ وَمِنْ مِحَنٍ
مراقى العبودية ، الشيخ محمد نووى الجاوى ، ص. 3
Pemilik sifat-sifat (mulia) yang telah sebagian ulama menyusun sebagian sifat Nabi Shallalahu 'alaihi wa aalihi wa sallam dari kitab Bahrul Muhiit dengan lafaz :
Nabi tidak pernah bermimpi secara mutlak selamanya *** dan Nabi tidak pernah menguap walau sekali sepanjang masa
Binatang tidak pernah lari menghindar dari Nabi *** dan lalat pun tidak pernah hinggap pada badan Nabi yang suci
Terlihat belakang Nabi seperti depannya *** dan tidak pernah terlihat pada tempat yang cerah bekas kencing Nabi
Hati Nabi tidak pernah tidur walaupun matanya mengantuk *** dan pada pandangan mata orang yang cerdas tidak melihat bayangan Nabi (pada sorotan sinar) matahari
Jika (pada suatu perkumpulan) kaum sedang duduk maka pundak Nabi paling tinggi (diantara mereka) *** ketika Nabi lahir sifatkanlah (katakanlah) wahai Nabi yang sudah dikhitan sejak lahir
Demikianlah keistimewaan-keistimewaan sifat Nabi Shallalahu 'alaihi wa aalihi wa sallam maka hafalkanlah niscaya kamu akan aman *** dari pada keburukan api (neraka) , kejahatan pencuri, dan dari cobaan / bala.



Senin, 10 Mei 2010

ADAB SUAMI TERHADAP ISTERI BAG (2 )

-Suami Tidak Boleh Kikir dalam Menafkahkan Hartanya Untuk Isteri dan anaknya (Q.S. at-Thalaq (65) : 7)

لِيُنْفِقْ ذُوْ سَعَةٍ مِّنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّآ آَتَاهُ اللهُ لاَ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلاَّ مَآ آَتَاهَا سَيَجْعَلُ اللهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُّسْرًا

Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberikan nafkah dari harta yang diberikan Alloh kepadanya. Alloh tidak memberikan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Alloh berikan kepadanya. Alloh kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan


-Suami Dilarang berlaku Kasar Terhadap Isterinya (HR.at-Tirmidzi)


-Hendaknya Jangan Selalu Mentaati Isteri dalam Kehidupan Rumah Tangga, sebaiknya Terkadang menyelisihi mereka. Dalam Menyelisihi mereka ada Keberkahan (Baihaqi , Umar Bin Khottob ra, Hasan Bashri)


-Suami Hendaknya Bersabar dalam Menghadapi Sikap Buruk Isterinya (Abu Ya'la)


-Suami Wajib Menggauli Isterinya dengan Baik. Dengan Penuh Kasih Sayang Tanpa kasar dan zolim (Q.S.an-Nisa (4) : 19)

يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا لاَ يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوْا النِّسَآءَ كَرْهًا وَّلاَ تَعْضُلُوْهُنَّ لِتَذْهَبُوْا بِبَعْضِ مَآ آَتَيْتُمُوْهُنَّ إِلاَّ أَنْ يَّأْتِيْنَ بِفَاحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ وَّعَاشِرُوْهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوْهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوْا شَيْئًا وَّيَجْعَلَ اللهُ فِيْهِ خَيْرًا كَثِيْرًا

Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa, dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata, dan bergaullah dengan mereka secara patut. kemudian bila kamu tidak menyukai mereka (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Alloh menjadikan padanya kebaikan yang banyak


-Suami Wajib Memberi Makan Isterinya apa yang ia makan, memberinya pakaian, tidak memukul wajahnya, tidak menghinanya, dan tidak berpisah ranjang kecuali dalam rumah sendiri (H.R.Abu Dawud)


-Suami Wajib Memberi Pengertian. bimbingan agama kepada isterinya, dan menyuruhnya untuk selalu taat kepada Alloh dan rasul-Nya (al-Ahzab (33) : 34) & at-Tahrim (66) : 6

وَاذْكُرْنَ مَا يُتْلَى فِى بُيُوْتِكُنَّ مِنْ آيَاتِ اللهِ وَالْحِكْمَةِ إِنَّ اللهَ كَانَ لَطِيْفًا خَبِيْرًا

Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Alloh dan hikmah (sunnah nabimu). Sesungguhnya Alloh adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui

يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آَمَنُوْا قُوْآ أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلآَئِكَةٌ غِلاَظٌ شِدَادٌ لاَّ يَعْصُوْنَ اللهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Alloh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan


-Suami Wajib mengajarkan Isterinya ilmu-ilmu yang berkaitan tentang wanita (hukum-hukum haidh, istihadhoh, dll). (AL-Ghozali)


-Suami Wajib berlaku adil dan bijaksana terhadap Isteri (an-Nisa (4) : 3

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تُقْسِطُوْا فِى الْيَتَامَى فَانْكِحُوْا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَآءِ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوْا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلَّا تَعُوْلُوْا

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki, yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.


-Suami Tidak boleh Membuka 'aib kepada siapapun (HR.an-Nasa'i)


-Apabila Isteri Tidak mentaati Suami (durhaka kepada suami) maka suami wajib mendidiknya dan membawanya kepada ketaatan walaupun secara paksa (Al-Ghazali)


-Jika Suami hendak meninggal dunia, maka dianjurkan berwasiat terlebih dahulu kepada isterinya (QS.al-Baqoroh (2) : 240)

وَالَّذِيْنَ يُتَوَفَّوْنَ مِنْكُمْ وَيَذَرُوْنَ أَزْوَاجًا وَّصِيَّةً لِّأَزْوَاجِهِمْ مَّتَاعًا إِلَى الْحَوْلِ غَيْرَ إِخْرَاجٍ فَإِنْ خَرَجْنَ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِى مَا فَعَلْنَ فِى أَنْفُسِهِنَّ مِنْ مَعْرُوْفٍ وَاللهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

-Dan orang-orang yang akan meninggal dunia diantara kamu dan meninggalka isteri, hendaklah berwasiat untuk isteri-isterinya, (yaitu) diberi nafkah hingga setahun lamanya dan tidak disuruh pindah (dari rumahnya). Akan tetapi jika mereka pindah (sendiri), maka tidak ada dosa bagimu (wali atau waris dari yang meninggal) membiarkan mereka berbuat yang ma'ruf terhadap diri mereka. Dan Alloh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana






Sabtu, 08 Mei 2010

ADAB SUAMI TERHADAP ISTERI BAG ( 1 )

- suami hendaknya menyadari bahwa istri adalah ujian dalam menjalankan agama ( Q.S. at-Taubah ( 9 ) : 24
قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيْرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اِقْتَرَفْتُمُوْهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كََسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَجِهَادٍ فِى سَبِيْلِهِ فَتَرَبَّصُوْا حَتَّى يَأْتِيَ اللهُ بِأَمْرِهِ وَاللهُ لاَ يَهْدِى الْقَوْمَ الْفَاسِقِيْنَ
katakanlah : jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-sadara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Alloh dan Rosul-Nya, dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Alloh mendatangkan keputusan-Nya, dan Alloh tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

- Seorang Istri Bisa Menjadi Musuh Bagi Suami Dalam Mentaati Alloh dan Rasul-Nya
( Q.S. at-Taghobun ( 64 ) : 14
يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْآ إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلاَدِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَاحْذَرُوْهُمْ وَإِنْ تَعْفُوْا وَتَصْفَحُوْا وَتَغْفِرُوْا فَإِنَّ اللهَ غُفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

- Hendaknya Berdo'a Kepada Alloh Meminta Isteri yang Sholehah ( Q.S. al-Furqon ( 25 ) : 74 )
وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا
Dan orang-orang yang berkata : "Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati ( kami ), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa.

- Diantara Kewajiban Suami Terhadap Istri adalah : Membayar Mahar, Memberi Nafkah
( makan, pakaian, tempat tinggal ) , Menggaulinya dengan baik , Berlaku adil jika beristri lebih dari satu ( Al- Ghazali )

- Jika Istri Bebuat Nusyuz, Maka Dianjurkan Melakukan Tindakan Berikut ini Secara Berurutan (a) Memberi Nasehat (b) Pisah Kamar (c) Memukul dengan pukulan yang tidak menyakitkan
( Q.S. an-Nisa ( 4 ) : 34 )
الرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ اللهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَآ أَنْفَقُوْا مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللهُ وَالَّتِى تَخَافُوْنَ نُشُوْزَهُنَّ فَعِظُوْهُنَّ وَاهْجُرُوْهُنَّ فِى الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوْهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلاَ تَبْغُوْا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلاً إِنَّ اللهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيْرًا

kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Alloh telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka, sebab itu maka wanita yang sholehah ialah yang taat kepada Alloh lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Alloh telah memelihara mereka, wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka, dan pisahkan mereka dari tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. sesungguhnya Alloh Maha Tinggi lagi Maha Besar.









Rabu, 05 Mei 2010

HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI ISTRI

sebagai bahan referensi dan renungan bahkan tindakan, berikut secara garis besar Hak dan Kewajiban Suami Istri yang dinukil dari buku "Petunjuk Sunah dan Adab Sehari-hari lengkap, karangan H.A.Abdurrahman Ahmad
  • Suami Istri Hendaknya Menumbuhkan Suasana Mawaddah Wa Rahmah (Q.S. ar-Rum (30) : 21
  • وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَّرَحْمَةً إِنَّ فِى ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
  • Hendaknya Saling Mempercayai dan Memahami Sifat Masing-masing Pasangan (Q.S. al-Hujurat (49) : 10
  • إِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوْا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
  • Hendaknya Menghiasi dengan Pergaulan yang Harmonis (Q.S.an-Nisa (4) : 19 )
  • يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا لاَيَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا النِّسَآءَ كَرْهًا وَّلاَتَعْضُلُوْهُنَّ بِبَعْضِ مَآآتَيْتُمُوْهُنَّ إِلاَّ أَنْ يَّأْتِيْنَ بِفَاحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ وَّعَاشِرُوْهُنَّ بِمَعْرُوْفٍ فَإِنْ كَرِهْتُمُوْهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوْا شَيْئًا وَّيَجْعَلَ اللهُ فِيْهِ خَيْرًا كَثِيْرًا
  • Hai orang-orang yang beriman tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa , dan janganlah kamu memaksa mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali mereka mengerjakan pekerjaan keji yang nyata , dan bergaullah dengan mereka secara patut . kemudian jika kamu tidak menyukai mereka ,( maka bersabarlah ) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu , padalah Alloh menjadikan padanya kebaikan yang banyak
  • Hendaknya saling menasehati dalam kebaikan ( Muttafaqun 'alaih )