-Suami Tidak Boleh Kikir dalam Menafkahkan Hartanya Untuk Isteri dan anaknya (Q.S. at-Thalaq (65) : 7)
لِيُنْفِقْ ذُوْ سَعَةٍ مِّنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّآ آَتَاهُ اللهُ لاَ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلاَّ مَآ آَتَاهَا سَيَجْعَلُ اللهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُّسْرًا
Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberikan nafkah dari harta yang diberikan Alloh kepadanya. Alloh tidak memberikan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Alloh berikan kepadanya. Alloh kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan
-Suami Dilarang berlaku Kasar Terhadap Isterinya (HR.at-Tirmidzi)
-Hendaknya Jangan Selalu Mentaati Isteri dalam Kehidupan Rumah Tangga, sebaiknya Terkadang menyelisihi mereka. Dalam Menyelisihi mereka ada Keberkahan (Baihaqi , Umar Bin Khottob ra, Hasan Bashri)
-Suami Hendaknya Bersabar dalam Menghadapi Sikap Buruk Isterinya (Abu Ya'la)
-Suami Wajib Menggauli Isterinya dengan Baik. Dengan Penuh Kasih Sayang Tanpa kasar dan zolim (Q.S.an-Nisa (4) : 19)
-Suami Hendaknya Bersabar dalam Menghadapi Sikap Buruk Isterinya (Abu Ya'la)
-Suami Wajib Menggauli Isterinya dengan Baik. Dengan Penuh Kasih Sayang Tanpa kasar dan zolim (Q.S.an-Nisa (4) : 19)
يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا لاَ يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوْا النِّسَآءَ كَرْهًا وَّلاَ تَعْضُلُوْهُنَّ لِتَذْهَبُوْا بِبَعْضِ مَآ آَتَيْتُمُوْهُنَّ إِلاَّ أَنْ يَّأْتِيْنَ بِفَاحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ وَّعَاشِرُوْهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوْهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوْا شَيْئًا وَّيَجْعَلَ اللهُ فِيْهِ خَيْرًا كَثِيْرًا
Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa, dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata, dan bergaullah dengan mereka secara patut. kemudian bila kamu tidak menyukai mereka (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Alloh menjadikan padanya kebaikan yang banyak
-Suami Wajib Memberi Makan Isterinya apa yang ia makan, memberinya pakaian, tidak memukul wajahnya, tidak menghinanya, dan tidak berpisah ranjang kecuali dalam rumah sendiri (H.R.Abu Dawud)
-Suami Wajib Memberi Pengertian. bimbingan agama kepada isterinya, dan menyuruhnya untuk selalu taat kepada Alloh dan rasul-Nya (al-Ahzab (33) : 34) & at-Tahrim (66) : 6
-Suami Wajib Memberi Makan Isterinya apa yang ia makan, memberinya pakaian, tidak memukul wajahnya, tidak menghinanya, dan tidak berpisah ranjang kecuali dalam rumah sendiri (H.R.Abu Dawud)
-Suami Wajib Memberi Pengertian. bimbingan agama kepada isterinya, dan menyuruhnya untuk selalu taat kepada Alloh dan rasul-Nya (al-Ahzab (33) : 34) & at-Tahrim (66) : 6
وَاذْكُرْنَ مَا يُتْلَى فِى بُيُوْتِكُنَّ مِنْ آيَاتِ اللهِ وَالْحِكْمَةِ إِنَّ اللهَ كَانَ لَطِيْفًا خَبِيْرًا
Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Alloh dan hikmah (sunnah nabimu). Sesungguhnya Alloh adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui
يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آَمَنُوْا قُوْآ أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلآَئِكَةٌ غِلاَظٌ شِدَادٌ لاَّ يَعْصُوْنَ اللهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Alloh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan
-Suami Wajib mengajarkan Isterinya ilmu-ilmu yang berkaitan tentang wanita (hukum-hukum haidh, istihadhoh, dll). (AL-Ghozali)
-Suami Wajib berlaku adil dan bijaksana terhadap Isteri (an-Nisa (4) : 3
-Suami Wajib mengajarkan Isterinya ilmu-ilmu yang berkaitan tentang wanita (hukum-hukum haidh, istihadhoh, dll). (AL-Ghozali)
-Suami Wajib berlaku adil dan bijaksana terhadap Isteri (an-Nisa (4) : 3
وَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تُقْسِطُوْا فِى الْيَتَامَى فَانْكِحُوْا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَآءِ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوْا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلَّا تَعُوْلُوْا
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki, yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.
-Suami Tidak boleh Membuka 'aib kepada siapapun (HR.an-Nasa'i)
-Suami Tidak boleh Membuka 'aib kepada siapapun (HR.an-Nasa'i)
-Apabila Isteri Tidak mentaati Suami (durhaka kepada suami) maka suami wajib mendidiknya dan membawanya kepada ketaatan walaupun secara paksa (Al-Ghazali)
-Jika Suami hendak meninggal dunia, maka dianjurkan berwasiat terlebih dahulu kepada isterinya (QS.al-Baqoroh (2) : 240)
وَالَّذِيْنَ يُتَوَفَّوْنَ مِنْكُمْ وَيَذَرُوْنَ أَزْوَاجًا وَّصِيَّةً لِّأَزْوَاجِهِمْ مَّتَاعًا إِلَى الْحَوْلِ غَيْرَ إِخْرَاجٍ فَإِنْ خَرَجْنَ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِى مَا فَعَلْنَ فِى أَنْفُسِهِنَّ مِنْ مَعْرُوْفٍ وَاللهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
-Dan orang-orang yang akan meninggal dunia diantara kamu dan meninggalka isteri, hendaklah berwasiat untuk isteri-isterinya, (yaitu) diberi nafkah hingga setahun lamanya dan tidak disuruh pindah (dari rumahnya). Akan tetapi jika mereka pindah (sendiri), maka tidak ada dosa bagimu (wali atau waris dari yang meninggal) membiarkan mereka berbuat yang ma'ruf terhadap diri mereka. Dan Alloh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar